HANABI - fireworks
Ini salah satu lagu favorit saya... Hmm, pertama kali suka sih karena saya nonton film CODE BLUE yang menceritakan kehidupan dokter2 yang magang di Emergency Room. Salah satu tugasnya dokter emergensi tuh menjalankan tugas Dokter Heli.. Musiknya easy to listen, enak di telinga..
Film-nya sendiri saya sangat suka. Sangat menggambarkan kalau kehidupan seorang dokter itu tidak hanya seperti yang dibayangkan orang banyak, hidup senang dengan berlimpah materi dan prestise. Ada sisi lain dari kehidupan seorang dokter yang luput dari pandangan masyarakat. Betapa seorang dokter demi penanganan yang terbaik untuk pasiennya belajar setiap saat untuk terus meng-upgrade ilmunya. Betapa di setiap keputusan medis yang diambil seorang dokter mengeluarkan berbagai pertimbangan dari berbagai sisi: indikasi medis, preferensi pasien, faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi seperti kondisi ekonomi, adat dan kultur yang dipegang, dan lain-lain. Kesalahan yang sangat kecil pun, bisa memengaruhi hidup seseorang di kemudian hari.. Yah, betapa berat kehidupan seorang dokter..
Selain itu ada hikmah besar dalam film yang tertanam dalam benak saya, bahwa dibutuhkan suatu pembuktian nyata agar diri kita bisa diterima dan diakui.. Hmm, jadi refleksi diri sendiri kalau nonton film ini...
O ya, lagunya sendiri saya sangat suka..Setelah saya baca translate bahasa Inggrisnya, ternyata maknanya sangat dalam..
What value left is there
in this world I live in?
I start thinking its all meaningless
or maybe I’m just tired?
In exchange for something I got
I gave up a number of precious things
but it’s not such a peaceful world
that I can lament each and every one.
What kind of dreams should I envision?
What kind of hopes should I take with me as I go forward?
These seemingly impossible to answer questions
Get buried in my day to day life.
If you were here I wonder what you would say?
you’d probably say I was being “gloomy” and have a laugh.
I just wish i could see your gentle smile to blow away my melancholy.
even if it’s a light like fireworks
that can never be caught
one more time, one more time, one more time, one more time
I want to reach out for it.
We all carry sadness with us
but we hope for a better tomorrow
I wonder to what extent we can love a world
gripped by fear, thrown into unrest?
I get choked up on the words ’cause I think too much
I hate how clumsy I am
Yet oddly enough, I hate more how skillfully I can pretend.
Whether we spend the years laughing or crying
time passes the same for all
the future is calling to us
are you, now, hearing it too?
Even though we knew from the start
that we’d eventually have to say goodbye
one more time, one more time, one more time, one more time
and as many times as I can I hope to see you again.
I never imagined that simply meeting you
could make the world seem so beautiful
would you laugh at me for being simple minded?
I want to say “thank you” to you from my heart.
I wish my heart flowed fast and smooth like water
so that it would not settle in one place.
For all those times when I need to see you
for those times when I’ll miss you so
one more time, one more time, one more time, one more time
I want to burn your memory deep in me.
We all have our problems
but we hope for a better tomorrow
I wonder to what extent we can love a world
gripped by fear, thrown into unrest?
one more time, one more time,
one more time, one more time…
Romaji
dorekuraino neuchi gaarudarou ?
boku ga ima kiterukono sekai
subetega muimi datte omoe ru
chotto tsukare tennokana
teniire tamon hikikae nishite
kirisute ta
ikutsumono kagayaki
ichiichi urei deireruhodo
heiwa na yononaka janai
ittaidonna risou wo egai taraii ?
donna kibou wo daki susun daraii ?
kotae youmonaisono toi kake wa
nichijou ni noma rete
kun gaitaranante iu kana ?
( kurai ) to chakashi te warau nokana ?
sonoyawarakana egao ni furete
kono yuuutsu ga fuki ton daraiinoni
kesshite tsukama erukotono dekina i
hanabi noyouna hikari datoshitatte
mou ikkai , mou ikkai
mou ikkai , mou ikkai
bokuha kono te wo nobashi tai
daremo mina kanashimi wo dai teru
dakedo suteki na ashita wo negatte ru
okubyou kaze ni fuka rete
namikaze ga tatta sekai wo
doredake aisu rukotogadekirudarou
kangae sugite kotoba ni tsuma ru
jibun no bukiyou saga kirai
demo myouni kiyou ni furu mau
jibun gasore ijou ni kirai
waratte itemo nai te sugo shitemo
byoudou ni toki ha nagare
mirai ga bokura wo yon deiru
sono koe ha ima kun nimo kiko eteimasuka ?
( sayonara ) tte kotae wo kiku kotowo
saisho kara waka tteitatoshitatte
mou ikkai , mou ikkai
mou ikkai , mou ikkai
nando demo kun ni ai tai
meguri ae takotodekonnani
sekai ga utsukushi ku mie runante
souzou saemoshiteinai
tanjun datte waratta
kun ni kokoro kara ( arigatou ) wo io u
todokoora naiyouni
yure te nagare te
suki tootte iru mizu noyouna kokoro dearetara
ai takunatta tokino fun made
sabishi kunatta tokino fun datte
mou ikkai , mou ikkai
mou ikkai , mou ikkai
kun wo tsuyoku yakitsuke tai
daremo ga mondai wo dae teiru
dakedo suteki na ashita wo negatte iru
okubyou kaze ni fuka rete
namikaze ga tatta sekai wo
doredake aisu rukotogadekirudarou
mou ikkai , mou ikkai
mou ikkai , mou ikkai

kesshite tsukama erukotono dekina i
hanabi noyouna hikari datoshitatte
mou ikkai , mou ikkai
mou ikkai , mou ikkai
bokuha kono te wo nobashi tai
: even it's a light like fireworks that can never be caught, (one more time) i want to reach out for it..
satu kata: MEANINGFUL
huhu, seringkali saya merasa kehidupan saya di FK adalah suatu perjalanan yang sangaaaaat panjang yang seperti tidak ada ujungnya.. Tidak jarang pula saya bertanya-tanya "apakah saya sanggup??" ya, meskipun mimpi, cita-cita kita itu bagaikan cahaya yang tidak akan pernah terjangkau,kita tetap harus berlari mengejarnya... Ya, berlari bersama, karena kita tidak pernah sendirian..
Hmm..very inspiring song.. love it^^
Minggu, Januari 03, 2010 | kategori Rehat Sejenak | 0 Comments
NASIHAT LUQMAN
Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW,
shahabat, keluarga serta saudara2 muslimin semuanya.
Al Qur'an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk digali, penuh
dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pelajaran dari Al Qur'an
adalah kisah kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh. Hikmah dipaparkannya sirah
manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dan teladan keimanan, sifat dan akhlaq
mereka. Salah satu manusia teladan yang disayangi Allah SWT adalah seorang yang bernama Luqman,
sehingga salah satu Surah dalam AlQur’an dinamakan atas namanya. Berikut ini adalah beberapa
petikan nasihat Lukman al Hakim kepada anaknya, yang penuh dengan hikmah mulia, dan karenanya
nasihat Lukman kepada anaknya ini selayaknya adalah juga nasihat bagi diri kita semua, dan semoga
kita dapat menanamkannya di hati sanubari yang terdalam.
Dari kisah Al Qur’an dan Hadis, inilah beberapa nasihat mulia Luqman al Hakim kepada anaknya:
1 – Wahai anakku, dirikanlah shalat, karena shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar..
2 – Wahai anakku, suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu karenanya. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
3 – Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.
4 – Wahai anakku, sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
5 – Wahai anakku janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
6 – Wahai anakku, sekiranya ayah ibumu marah kepadamu karena kehilapan yang telah engkau lakukan, maka kemarahan ayah ibumu itu adalah bagaikan pupuk menyuburkan tanam-tanaman.
7 – Wahai anakku, ketika engkau mencari kawan sejati, maka ujilah dia terlebih dahulu dengan berpura-pura membuatnya marah kepadamu. Sekiranya dalam kemarahannya itu dia masih mau menasihati dan menginsafkan kamu, maka ambillah dia sebagai kawanmu. Tetapi jika ia berlaku sebaliknya maka waspadalah kamu terhadapnya.
8 – Wahai anakku, bila engkau mempunyai teman karib, maka janganlah dirimu mengharapkan sesuatu daripadanya. Sebaliknya biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.
9 – Wahai anakku, jagalah dirimu supaya tidak terlalu condong kepada dunia, dan hatimu selalu disusahkan olah dunia saja, karena kamu diciptakan Allah bukanlah untuk dunia saja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunia.
10 – Wahai anakku, barang siapa yang bersifat penyayang tentu akan disayangi, barang siapa yang pendiam akan selamat daripada mengeluarkan perkataan yang sia-sia, dan barang siapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari perkataan kotor tentu dia akan menyesal kelak.
11 – Wahai anakku, bergaullah dengan orang yang soleh dan berilmu. Bukalah pintu hatimu dan dengarkanlah segala nasihat mereka, dan ambillah pelajaran darinya. Sesungguhnya nasihat dari mereka bagaikan mutiara hikmah yang bercahaya yang dapat menyuburkan hatimu seperti tanah kering lalu disirami hujan.
12 – Makanlah bersama-sama orang yang takwa dan musyawarahlah segala urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka
13 – Wahai anakku, sesungguhnya dunia ini bagaikan sebuah kapal yang berlayar di lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Jika engkau ingin selamat, maka berlayarlah dengan kapal yang bernama ‘taqwa’ , isinya ialah ‘iman ‘ dan layarnya adalah ‘tawakkal kepada Allah’ .
14 – Wahai anakku, jika engkau mempunyai dua undangan majlis, yaitu majlis takziah kematian dan majlis perkawinan, maka utamakanlah majlis kematian, karena ia akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat, sedangkan menghadiri majlis perkawinan hanya mengingatkan dirimu kepada kemegahan duniawi sahaja.
15 – Wahai anakku, janganlah engkau terus menelan apa saja yang engkau rasa manis, janganlah terus meludah saja apa yang engkau rasa pahit, karena manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kelemahan.
16 – Wahai anakku, janganlah engkau menjadi lebih lemah dari seekor ayam jantan, karena ia telah berkokok pada waktu pagi hari sedangkan kamu pada waktu itu masih terbaring di atas ranjangmu.
17 – Wahai anakku, jangan engkau melantik seseorang yang bodoh menjadi utusanmu. Jika tiada lagi yang lebih cerdas, pintar dan bijak maka sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan.
18 – Wahai anakku, orang yang bersedia untuk mendengar nasihat dan bimbingan dari orang yang lebih alim, maka dia layak untuk mendapat penjagaan dari Allah; dan bagi orang yang insaf setelah menerima teguran maka dia lebih layak untuk mendapat kemuliaan dari Allah.
19 – Wahai anakku, orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada Allah, maka dia tawadduk kepada Allah, dia akan lebih dekat kepada Allah dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada Allah.
20 – Wahai anakku, seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaknya akan senantiasa banyak melamunkan hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.
21 – Wahai anakku, engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih berat lagi daripada semua itu, yaitu bilamana engkau mempunyai tetangga yang jahat.
22 – Wahai anakku, bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.
23 – Wahai anakku, jadikanlah dirimu dalam segala tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya yang akan mendatangkan cela pada dirimu.
24 – Wahai anakku, ambillah harta dunia sekedar untuk keperluanmu saja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau berteman dengan orang yang bersifat mempunyai dua muka, karena kelak ia akan membinasakan dirimu..
25 – Wahai anakku, bertakwalah kepada Allah yang sebenarnya; karena orang lain tidak akan tahu engkau takut kepada Allah s.w.t hanya untuk dihormati, sedangkan hatimu menyimpang daripada kebenaran.
26 – Wahai anakku, janganlah engkau terlalu menyayangi orang yang pembangkang karena dia akan menganggap engkau menyetujui perbuatannya. Janganlah engkau menghina jika seseorang yang bijaksana tidak menyukai sesuatu, karena dia akan terus meninggalkanmu.
27 – Wahai anakku, janganlah engkau menyesal karena berdiam saja. Sesungguhnya percakapan itu berharga perak, sedangkan berdiam diri berharga emas.
28 – Wahai anakku, hindarilah dirimu daripada kejahatan, niscaya ia akan menjauhimu. Sesungguhnya kejahatan itu untuk sejahat-jahat makhluk.
29 – Wahai anakku, pilihlah majlis-majlis yang mengingati Allah, sertailah mereka, sekiranya engkau seorang yang berilmu engkau dapat memanfaatkan ilmumu. Sekiranya engkau seorang yang bodoh mereka akan mengajarmu. Allah akan merahmatimu dan juga mereka. Wahai anakku janganlah engkau menyertai majlis-majlis yang tidak mengingati Allah, sekiranya engkau seorang yang berilmu, engkau tidak dapat memanfaatkannya. Sekiranya engkau seorang yang bodoh, engkau akan bertambah bodoh. Allah akan murka kepadamu dan kepada mereka.
30 – Wahai anakku, janganlah engkau makan makanan yang tidak bersih/haram.
31 – Wahai anakku, janganlah beriri hati dan tanding menandingi karena ia meluaskan medan
pertumpahan darah diantara orang yang beriman. Pertumpahan darah dianggap oleh Allah sebagai pembunuhan, bukan kematian.
32 – Wahai anakku, sesungguhnya kebijaksanaan itu adalah mampu meletakkan orang miskin pada taraf raja-raja.
33 – Wahai anakku, hendaklah kamu selau mengingat kebaikan orang dan melupakan kejahatan orang. Dan hendaklah kamu melupakan kebaikan kamu terhadap orang dan ingatlah kejahatan yang kamu lakukan kepada orang.
.:Repost dari notes teman d Fb:.
Kamis, Desember 31, 2009 | kategori ISLAMoholic | 0 Comments
Kalkulasi Bodoh: di balik bayang-bayang ujian dan skripsi
Repost:
Kalau kita lihat dari hitungan hari di bawah ini, sebenarnya wajar kalau mahasiswa tidak lulus ujian, karena tidak sempat belajar. Coba kita hitung!
Satu tahun ada 365 hari akademik, lalu dalam setahun itu ada:
Hari Minggu
Ada 52 hari Minggu setahun.
Hari tersisa tinggal 313.
Hari Libur Resmi
Kurang lebih terdapat 13 hari libur dalam setahun. Misal: Natal, Tahun Baru.
Hari tersisa tinggal 300.
Libur Kuliah
Libur kuliah biasanya 2 bulan lebih. Anggaplah 60 hari dalam setahun.
Hari tersisa tinggal 240.
Tidur
Kita butuh 8 jam sehari untuk tidur. Artinya 8x365 = 2920 jam. Artinya itu adalah sekitar 120 hari.
Hari tersisa tinggal 120.
Beribadah
Paling tidak 1-2 jam sehari kita beribadah. Kita alokasikan 25 hari untuk ini.
Hari tersisa tinggal 95.
Bermain
Hal yang paling baik untuk kesegaran dan kesehatan adalah bermain. Paling tidak memerlukan 1 jam sehari, artinya 15 hari setahun.
Hari tersisa tinggal 80.
Makan dan Minum
Sekurang-kurangnya kita menghabiskan 2 jam sehari untuk makan dan minum, hilang lagi 30 hari.
Hari tersisa tinggal 50.
Berbicara
Jangan lupakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dengan orang lain. Kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 hari terpakai lagi.
Hari tersisa tinggal 35.
Sakit
Kita pun bisa sakit, baik ringan maupun berat. 5 hari dalam setahun tampaknya cukup mewakili jumlah hari sakit kita.
Hari tersisa tinggal 30.
Ujian
Ujian biasanya 2 minggu per semester. Artinya 12 hari per semester (Minggu tidak dihitung). Artinya lagi, dalam setahun kita menghadapi ujian selama 24 hari.
Hari tersisa tinggal 6.
Refreshing
Untuk menyegarkan pikiran, refreshing itu perlu. Nonton dan jalan-jalan paling tidak menghabiskan waktu 5 hari dalam setahun.
Hari tersisa tinggal 1.
Satu hari yang tersisa itu kan HARI ULANG TAHUN! Masa harus belajar juga??
Kamis, Desember 31, 2009 | kategori Me n My Daily Life | 0 Comments
3 Days Journey to Ujung Genteng Beach... The South Nirwana^^
Yippiee!!! akhirnya dapet mood buat nge-post cerita... meskipun waktunya agak ga pas..karena ini udah H-3 ujian..hoho.. dan ditengah pengerjaan skripsi yg terbengkalayyyy.. haha.. (tertawa tragis.. manic mode:ON)
Ok..
lets start the journey..
Day-1:
Hmm.. sebenernya perjalanan ini sudah direncanakan dari jauh2 hari.. tapi entah mengapa setiap kami (saya & erika) merencanakan sesuatu, selalu berujung pada ketidakjelasan..hoho.
Pun dengan perjalanan kami ke Ujung Genteng, udah ngiler dari jaman kapan tau... Dan ajaibnya, kali ini, melaui suatu dialog singkat lintas kota (Bekasi-Bandung) via telepon, akhirnya kami putuskan untuk jadi berangkat ke Ujung Genteng, dengan persiapan yang hanya satu malam... (err...dulu juga waktu mau ke jogja, pagi teteleponan, besok paginya berangkat..haha).
Perjalanan dimulai dari kota masing-masing.. Dengan bermodal duit pas-pasan dan 'buta peta sukabumi' kami memantapkan diri. Saya dan Rise pergi dari Bekasi. Ya, kami janjian untuk bertemu di terminal Sukabumi (entah di belahan bumi bagian mana tuh terminal..). Bus yang kami naiki dari Bekasi sangat tragis keadaannya.. Bisa dibilang, bus yang pergi dari terminal bekasi menuju Sukabumi hanya ada 2 tiap harinya, itupun dengan kondisi bus yang abal2 mirip onggokan besi berkarat yang kalau jalan terdengar decitan (mirip besi2 yang saling beradu..). Penumpang pun hanya ada beberapa gelintir orang..
Ha...! hampir 3 jam perjalanan dengan bus Bekasi-Sukabumi, ahirnya kami sampai di terminal Sukabumi.. yaaay!! Erika dan Nanda yang sudah sampai sejam yang lalu berdadah-dadah di seberang jalan.
Karena sudah pukul 12 waktu itu, akhirnya kami shalat Dzuhur dulu di masjid terdekat. Berbincang dengan warga sekitar, menanykan tentang cara menuju Ujung Genteng, jawaban mereka selalu sama, membuat jiper dan ciut.. "Wah, neng, itu mah jauh pisan... lalala..lalala.."
Errr... tapi kami tetap nekat. Ah, daripada mengubah tujuan ke Pelabuhan Ratu lebib baik kami lanjutkan saja perjalanan...
Setelah bertanya sana-sini, akhirnya kami mendapat rute yang jelas menuju Ujung Genteng..
Firstly, dari terminal sukabumi naik angkot ke terminal Lembur Situ (kira2 20 menit) dengan ongkos 5rb. Dari terminal Lembur Situ, ada dua pilihan untuk mencapai Surade.. by bus or by elf. Kami memilih untuk naik minibus..(lebih enak naik minibus, karena guncangan sepanjang jalan lebih minimal dibanding dengan naik elf), ongkosnya..sekitar 20-25rb (saya lupa pastinya..^^). Perjalanannya hampir 4 jam plus berhenti istirahat di salah satu warung. Dari terminal Surade perjalanan dilanjutkan dengan angkot. Beruntung kami mendapatkan angkot terakhir(yang akhirnya mengantar kami sampai peginapan) karena saat kami tiba di Surade, matahari sudah mulai tenggelam (hwaa!! rencana sunset-ing di hari pertama gagal total..!).
Di Ujung Genteng sendiri, kita bisa memilih banyak penginapan.. Saat itu saya dan teman2 lebih memilih Pondok Hexa dengan kamar yang langsung menghadap ke pantai (karena waktu itu sudah terlalu gelap untuk mencari penginapan lain). Tapi menurut saya, posisinya cukup strategis...cukup mudah untuk menjangkau pantai (secara, tinggal keluar kamar, jalan sedikit... pemandangan pantai sudah terhampar jelas...hehe). Sebenernya sih, pemilihan kamarnya agak lebay.. Padahal judulnya "backpacking" yg berarti harus meminimalkan dana untuk hal2 yang kurang esensial.. eh, ini malah ngambil kamar yang ber-AC..huwee.. Ga terlalu berguna juga ACnya..karena kebanyakan waktu kan dihabiskan di luar penginapan.. Tapi jatuhnya ga terlalu mahal juga sih, karena patungan ber-4 jadinya 60rb-an aja..buat 1 malem..
Day 2:
Ini hari yang paling asyik, karena bener2 dipake buat TOUR D' UJUNG GENTENG.. meskipun pada akhirnya ga semua tempat terjelajahi..
Tapi meskipun begitu, pagi2 setelah subuh sampai sekitar jam setengah 8 kami pakai untuk jalan2 di pinggir pantai. Air lautnya masih surut, jadi banyaknya sih main2 di pasir putih.. hoho. Oya, pantai di dekat pondokan pasirnya lumayan lembut... Lumayan asik buat main pasir.. foto2..

pantai di depan kamar.. Pantainya bersih banget..kita bisa lihat biota2 laut yang ada di dalmanya dengan sangat jelas, bahkan anak siput-pun terlihat :). dan yang lebih asyik..SEPI!! berasa private beach deh..Setelah agak terang, kami jalan2 di sekitar pondokan untuk cari makan. Berhubung judulnya "backpacking", jadi kami cari makanan yang paling murah. Apa dinyana, yang ada hanya mi rebus campur telor.. Enak, makan mi kuah plus teh panas menghadap laut ditemani semilir angin pantai..wuih
Setelah kenyang makan, kami bersiap-siap untuk tour d Ujung Genteng.. Ambil ini-itu, nyiapin ini-itu... Sampai akhirnya benar2 siap, kami berjalan ke warung tempat kami makan tadi pagi. Berbincang dengan ibu2 pemilik warung, akhirnya didapatlah info tentang cara untuk menelusuri pantai2 di Ujung Genteng. Berhubung tuh pantai masih sepi, bukan pantai wisata dengan jalan yang juga hanya setapak, kami akhirnya memutuskan untuk naik ojeg (setelah sebelumnya sok-sokan mau jalan kaki menelusuri pinggir pantai sapai pantai yang paling ujung.. tapi ternyata setelah diliat lagi, jaraknya tuh sekitar 7 km..ma' inaaaaang... Besok pagi baru kelar kalo begni caranya). Ya, dengan sedikit tawar-menawar yang alot, akhirnya kami bisa menelusuri pantai di Ujung Genteng dengan harga 60rb (sadis!!), dengan permintaan tambahan ke Tempat Pelelangan Ikan di akhir perjalanan..
Yow.. tour d' Ujung Genteng dimulai dari pantai Cibuaya... ini pantai indah banget.. semua warna biru ada di gradasi airnya... Suki desu!!! Disini juga saya bertemu dengan anak2 UNPAD yang lagi KKN..hehe. Pantai Cibuaya ini paling enak (katanya) buat berenang..soalnya ombaknya ga besar...
Dari pantai CIbuaya lanjut ke pantai Aquarium. Disini jernih banget airnya..Paling asik buat belajar biologi..haha. Saya agak lupa, cuma kalau ga salah pantai ini disebut juga Pantai Tujuh Ombak, biasa dipake buat surfing.. Waktu itu juga ada serombongan bule yang lagi surfing..
Lanjut...
Hmm, dari situ, kita menuju ke pantai yang paling ujung.. ujung dari Ujung Gentengjreng2.. pantai Cipanarikan. Di Pantai ini, selain kita bisa lihat pantai, kita juga bisa lihat muara sungai (air payau). Di sini asik buat main ombak... asal jangan terlalu ke tengah aja kali ya..hehe. Di sini juga terjadi tragedi kamera nyebur ke laut.. Alhamdulllah dokumentasinya masih bisa diselamatkan dan bisa dipublish d blog saya ini.. Kamerapun tamat riwayatnya..huaaa...!! TT_TT

Dari Pantai Cipanarikan...kami kembali ke penginapan. Tapi sebelum ke penginapan kami ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Beli ikan.. seger2 banget.. fresh from the fisherman. Soalnya siang2 gini kan waktunya nelayan2 pulang ke pantai... yaiiyy!! seneng banget milih2 ikan..meski ga tau jenis2nya.main pilih aja..Dari TPI, kami mencari rumah makan yang menerima jasa pembakaran ikan.. plus minum es kelapa.. Wuih, subhanallah, kenyang dan enaak!! Makan pun ga terlalu mahal, karena dihitung2 plus es kelapa bulet cuma 20rb..nyummm..
Setelah kenyang, kami kembali ke pondokan.. Waktunya memikirkan kamera yang nyebur...hikkkssss...Day-3:
Going home... dengan hati yang membuncah-buncah karena seneng... Nekat pergi ke Ujung Genteng dan Subhanallah, dapet pegalaman yang sekali seumur hidup...
Kalau ada kesempatan, coba deh, liburan ke Ujung Genteng.. murah, dan ga kalah sama Bali, bahkan lebih indah..soalnya pantai2nya masih "virgin".. ga ada tuh, sampah2 yang numpuk di pinggir pantai kaya yang biasa kita lihat di pantai2 wisata...
Last..
ini nemu peta wisata Ujung Genteng... siapa tau bermanfaat...
Minggu, Oktober 04, 2009 | kategori Rehat Sejenak | 5 Comments
Ga Akan Miskin dengan Sedekah... Trust Me!
Jadi ceritanya begini..
Suatu hari di perjalanan mudik yg melelahkan, ayah bercerita tentang sesuatu yang menggugah nurani... sambil terus menyetir mobil yg berisi 5 orang itu..
Ada seseorang bapak yang -bisa dibilang- secara ekonomis hidupnya dan keluarganya tidak terlalu berkelebihan.. in the middle lah kira-kira..
Bapak ini memiliki seorang paman -satu-satunya- yang sudah sangat tua yang memiliki cita-cita besar untuk dapat mengunjungi Baitullah. Namun, karena kondisi ekonomi beliau yg kurang memungkinkan, sampai saat itu beliau belum bisa menunaikan cita-citanya. Sang bapak yang teringat akan pesan orang tuanya sebelum meninggal untuk memperhatikan pamannya itu akhirnya berinisiatif untuk mengumpulkan dana dari kerabat-kerabatnya. Dana pun dikumpulkan... dan alhamdulillah sang paman akhirnya berkesempatan untuk menjejakkan kakiny di Baitullah, meski untuk umrah, bukan haji.
Ayah melanjutkan ceritanya..
Beberapa bulan kemudian, setelah hajat sang paman terlaksana, bapak ini langsung mendapatkan balasan langsung dari Allah. Baru sebulan pindah tempat kerja, bapak ini langsung didaulat untuk pergi menghadiri suatu event di luar negeri, dengan mendapat bekal akomodsi sekitar 65 juta. Padahal, saat mengumpulkan dana untuk pamannya pergi umrah, bapak ini hanya memberikan belasan juta. Namun sungguh, Allah membalasnya dengan balasan yang berlipat-lipat..di dunia, bukan di akhirat.
Ayah akhirnya menutup ceritanya dengan sebuah perkataan luar biasa yg akhirnya saya jadikan status facebook saya, hehe..
"Anak-anak, dengarkan... Harta kita itu, yang kita punya sekarang, bukan milik kita.. Semua yang kita habiskan, untuk makan dll pada akhirnya hanya akan berakhir menjadi kotoran yg tidak bernilai. Harta kita yang sesungguhnya, adalah harta yang kita sedekahkan. Jangan takut untuk bersedekah, karena dengan bersedekah harta kita tidak akan habis, justru kalian lihat sendiri, langsung ditambahkan oleh Allah.."
Ya, itu barulah balasan yang Allah perlihatkan di dunia..bagaimana balasan di akhirat nanti yang indahnya tidak akan pernah bisa dibayangkan oleh akal kita? Sungguh, ketika kita "berniaga" dengan Allah, hanya keuntungan yang akan kita dapatkan...
...to be continued..
Sabtu, Oktober 03, 2009 | kategori ISLAMoholic | 1 Comments
(Mereka Adalah) Pewaris Surga..

Tadabbur QS. Al Mu'minun: 1-11
| 1. | Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman |
| 2. | (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya |
| 3. | Dan orang-orang yang menjadikan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna |
| 4. | Dan orang-orang yang menunaikan zakat |
| 5. | Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. |
| 6. | Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela |
| 7. | Barang siapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas |
| 8. | Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya |
| 9. | Dan orang-orang yang memelihara sholatnya |
| 10. | Mereka itulah orang yang mewarisi |
| 11. | (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus.Mereka kekal di dalamnya. (QS. 23:1-11) |
Ayat-ayat di atas menerangkan tentang sifat-sifat yang dimiliki orang beriman serta balasan yang akan diperolehnya. Yang dimaksud dengan beriman adalah beriman kepada rukun iman yang enam (lihat catatan hadits). Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Karena walaupun mereka menurut perhitungan banyak mengerjakan amal kebajikan tetapi semua amalnya akan sia-sia saja di akhirat nanti, karena tidak berlandaskan iman kepada-Nya.
Adapun sifat-sifat orang yang beriman dalam ayat-ayat selanjutnya ialah:
1. Khusyu dalam shalat.Yang dimaksud khusyu di sini adalah:
| · | Mengerti bacaan-bacaan dalam sholat |
| · | Memusatkan perhatian pada waktu shalat hanya kepada Allah serta dengan mengikhlaskan ketaatan.(QS.7:29) |
| · | Ihsan dalam sholat (lihat catatan hadits) |
| · | Tenang dan konsentrasi |
2. Menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tak berguna.
| · | Menjauhkan diri dari perkataan yang tidak berguna. Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir,hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR.Bukhari-Muslim) |
| · | Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna, yaitu dengan menjaga waktu dan umurnya agar jangan sia-sia. Dari Abu Hurairah r.a. telah berkata, “Telah bersabda Rasulullah saw : “Sebagian kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. “Yang harus selalu diingat manusia dalam hal ini ialah Allah mencatat seluruh perbuatan manusia di dunia (QS.45:29) dan setiap manusia akan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuatnya di dunia (QS.17:36). Dan bahwa kematian pasti akan menemui kita, waktunya tidak dapat dimajukan atau ditunda.(QS. 10:49) |
3. Menunaikan zakat.
Dengan berzakat seorang mukmin:
| · | Membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta yang berlebihan pada dunia (QS. 9:103) karena dunia ini |
| · | hanyalah suatu permainan dan senda gurau (QS. 29:64) yang seringkali melalaikan manusia dari kehidupan yang kekal di akhirat nanti.(QS.35:5) |
| · | Mensucikan hati sehingga tumbuh sifat-sifat kebaikan dalam hati.(QS.9:103) |
4. Menjaga kemaluan dari perbuatan keji (zina).Zina termasuk dosa besar dan merupakan jalan yang buruk (QS. 17:32). Imam Ahmad berkata, “Saya tidak mengetahui setelah pembunuhan ada dosa besar daripada perzinaan.”
5. Menahan pandangan dan memelihara kemaluan (QS. 24:30-31).Barangsiapa yang berbuat di luar hal itu, Allah menyebutnya sebagai orang yang melampaui batas.
6. Memelihara amanat dan menepati janji.
Bila seseorang tidak memegang amanat dan menepati janji, dikhawatirkan ia termasuk orang-orang munafik,”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara dusta,apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat.”(HR.Syaikhani dari Abu Hurairah r.a.)
Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya akan dijanjikan Allah dengan balasan syurga.(QS. 70:32-35)
9. Memelihara sholat
Sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang yang beriman.(QS. 4:103) Selain itu diperintah untuk memelihara sekaligus menegakkan sholat banyak disebutkan dalam al-Qur’an di antaranya QS. 2:43,238; 22:41.
Sholat adalah pembeda antara muslim dan kafir.Telah bersabda Rasulullah saw,”Beda antara muslim dan musyrik atau kafir adalah meninggalkan sholat.” (HR.Muslim)
Balasan bagi orang beriman yang memilki sifat-sifat di atas adalah syurga Firdaus. Umar r.a. meriwayatkan sebuah hadits yang Rasulullah bersabda, “Telah diturunkan kepadaku sepuluh ayat, barangsiapa yang menegakkannya akan mesuk syurga, lalu ia membaca sepuluh ayat ini dari permulaan surat al-Mu’minun.”
Catatan hadits
Dari Umar ra. juga telah berkata, “Ketika kami duduk dekat Rasulullah saw pada suatu hari maka dengan tiba-tiba terlihat oleh kami seorang laki-laki yang memakai pakaian yang sangat putih, berambut sangat hitam, tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan dan tidak seorang pun di antara kami yang mengenalnya, lalu ia duduk di hadapan Nabi saw dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi saw, kemudian ia berkata ‘Hai Muhammad, jelaskan padaku tentang Islam’. Maka jawab Rasulullah ….. Lalu dia bertanya kembali, ‘Tolong jelaskan padaku tentang iman”. Jawab Nabi, ‘Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,utusan-utusan-Nya, hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada qadar yang baik dan yang buruk’. Orang itu berkata, ‘Engkau benar’. Dia bertanya kembali, ‘Maka beritahukan kepadaku tentang ihsan’. Jawab Nabi saw, ‘Hendaklah engkau beribadah hanya kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya sekalipun engkau tak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihat engkau’. Kemudian orang itu pergi Aku diam sejenak, kemudian Nabi saw berkata, ‘Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?’ Jawabku,’Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui’. Kata Nabi saw,’Dia adalah Jibril as. yang datang kepadamu untu mengajar tentang agamamu.”
REFERENSI
| · | Al-Qur’an dan Tafsirnya, Universitas Islam Indonesia |
| · | Prof.D.Hamka, Tafsir Al-Azhar |
| · | Syekh Mustafa Masyhur, Berjumpa Allah Lewat Sholat, GIP |
| · | Abu Hudzaifah, Menundukkan Pandangan |
Repost dari www.mentoring98.wordpress.com
Sabtu, Oktober 03, 2009 | kategori ISLAMoholic | 0 Comments
10 Indikator Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan
Hadist ini merupakan sindiran dan peringatan tentang kualitas ibadah puasa kita yang sekadar meninggalkan makan dan minum saja. Mestinya hadist ini membangkitkan kewaspadaan kita untuk lebih teliti dan berhati – hati serta tidak terjerumus di dalam kesalahan yakni menjalani Ramadhan sekadar upacara ritual tahunan. Masuk tanpa kerinduan, berlalu pun tanpa kesan. Kasihan !!!
Tetapi setindaknya kita perlu berhitung dan memiliki Neraca Indikator agar setiap ibadah kita di bulan Ramadhan benar – benar berbobot, hingga kita bisa lulus dari Madrasah Ramadhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Iman meningkat, dan Taqwa pun kita dapat. Sebagaimana kita selalu baca berulang – ulang firman Allah,
(QS. Al-Baqarah ayat 183)
Berikut ini ada beberapa indikasi kegagalan Ramadhan kita, antara lain :
1. Pertama, ketika kita kurang optimal melakukan “Warming up” dengan melakukan ibadah sunnah di bulan Rajab dan Sya’ban
Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah sunnah di bulan sya’ban berfungsi sebagai pemanasan bagi kesiapan ruhani, fisik, dan pemikiran memasuki Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak tilawah Qur’an, Salat malam sebelum Ramadhan akan menjadikan suasana hati dan tubuh lebih kondusif untuk menunaikan ibadah di bulan penuh pahala.
Barangkali ini diantara hikmah mengapa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan kita di ajarkan oleh para salafus shalih untuk juga melantunkan doa kerinduan dan harapan perjumpaan meraih berkah Ramadhan.
Doa itu adalah “Allahumma baariklanaa fii Rajab wa Sya’ban wa ballighnaa Ramadhaan…Ya Allah berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikalah umur kami hingga bulan Ramadhan ”
2. Ketika target pembacaan Al – Quran yang dicanangkan, minimal satu kali khatam tidak terpenuhi selama bulan Ramadhan.
Ini termasuk fatal, sebab di bulan Ramadhan ini pembacaan Al Quran merupakan bentuk ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan. Bukankah Ramadhan merupakan Syahrul Qur’an ? pada bulan inilah Allah menurunkan wahyu Nya dari Lauhul Mahfud ke langit dunia. Peristiwa ini sering disebut Lailatul Qodar, malam yang penuh kemuliaan. Pada bulan ini pula malaikat Jibril ‘alahis salam biasa mengulang – ulang bacaan Al Quran kepada Rasulullah. Aktifitas ini juga disebut Muraja’ah, yakni mengecek bacaan Al Quran yang sudah diwahyukan.
Bagi kaum muslimin, orang – orang yang beriman, dan orang – orang yang berpuasa di bulan ini sangat dianjurkan memiliki wirid Al Quran yang lebih baik lagi dari bulan – bulan sebelumnya. Kenapa harus mengkhatamkan minimal satu kali sepanjang bulan ini ?
Karena memang itulah target yang diajarkan oleh Rasulullah, ketika Abdullah bin Umar bertanya kepada beliau, “Berapa lama sebaiknya seseorang mengkhatamkan Al Quran? Rasulullah menjawab, satu kali dalam satu bulan,” Abdullah bin Umar berkata, “Saya bisa lebih cepat dari satu kali khatam dalam satu bulan” Rasul berkata lagi, “Kalau begitu, bacalah dalam satu pekan” Tapi Abdullah bin Umar mengatakan bahwa dirinya masih mampu membaca seluruh Al Quran lebih cepat dari satu pecan. Kemudian Rasul mengatakan “Kalau begitu bacalah dalam tiga hari” Dalam Riwayat lain dikatakan. “Janganlah kalian mengakhatamkannya lebih cepat dari tiga hari”
Hal ini karena bisa mengurangi kualitas tilawahnya, kurang memahami sehingga tidak mampu menyentuh jiwa.
Jadi sangat jelas bahwa tilawah Quran harus menjadi agenda atau jadwal khusus bagi seorang muslim apalagi seorang juru dakwah. Misalnya Imam Malik Rahimahullah biasa mengkhatamkan Al Quran di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali. Bagaimana bisa? Tentu hafalannya luar biasa,
Kata Usman bin Affan ra. “Apabila hati itu suci, maka ia tak akan pernah kenyang untuk membaca Al Quran”
3. Ketika berpuasa tak menghalangi seseorang dari penyimpangan mulut seperti membicarakan keburukan orang lain, mengeluarkan kata – kata kasar, membuka rahasia, mengadu domba, menebar fitnah, berdusta dan sebagainya.
4. Ketika puasa tak bisa menjadikan pelakunya berupaya memelihara mata dari melihat yang haram.
5. Ketika malam – malam Ramadhan menjadi tak ada bedanya dengan malam selainnya.
Di dalam shalat malam ini Rasulullah juga mengajarkan doa – doa yang insyaAllah diijabahi oleh Allah Azza wa Jalla. Diantara doa yang diperbanyak untuk membacanya dalam shalat terawih adalah “Allhumma inna nas-aluka ridhaaka wal jannah wa na’udzubika min sakhatika wan nar… Ya Allah, kami mohon keridhaan-Mu dan Surga-Mu. Dan kami mohon perlindungan dari kemarahan-Mu dan dari nerake-Mu..” Allahummaa innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni…Ya Allah sesungguhnya Engkau maha Pengampun menyukai pemberian ampunan, maka maafkanlah aku…
6. Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang.
7. Ketika bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak mengeluarkan infaq dan shadaqah
8. Ketika hari – hari menjelang Idhul Fitri lebih sibuk dengan persiapan lahir dan tidak sibuk memasok perbekalan ruhani sebanyak – banyaknya pada 10 malam hari terakhir untuk memperbanyak ibadah.
9. Ketika Idhul fitri tiba dirayakan laksana hari merdeka, seperti orang yang keluar dari penjara dan kembali melakukan berbagai kemaksiatan dan penyimpangan.
10. Setelah Ramadhan nyaris tak ada ibadah yang ditindak lanjuti(follow up) pada bulan selanjutnya
Untuk mengantisipasi kegagalan tersebut sesungguhnya sejak awal harus ditanamkan bahwa amaliah Ramadhan satu bulan penuh itu mestinya menjadi pemasok, bahan bakar ruhani agar keimanannya tetap menyala dan menggelora dan semakin meningkat di sebelas bulan ke depan.
Namun orang akan gagal meraih energi dan keutamaan Ramadhan saat ia tidak lagi berupaya menghidupkan dan melestarikan amal – amal ibadah yang pernah dijalankan dalam satu bulan.
Semoga Ramadhan masih menjadi prioritas agenda untuk kita perhatikan...
Rabu, September 09, 2009 | kategori ISLAMoholic | 1 Comments
8 Tips Menyambut Bulan Ramadhan yang Penuh Kemuliaan
1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)
2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.
3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
5. Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah swt., maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” Muhamad:21.
6. Pahami fiqh Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahu.” Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs –pemberishan jiwa-. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, dan jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. di bulan Ramadhan.
8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” An-Nur:31. Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”
Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam
taken from dakwatuna.com
>>semoga bermanfaat....
Senin, Agustus 03, 2009 | kategori ISLAMoholic | 1 Comments
statistika
Entri Populer
-
" ...ada tujuh langkah, untuk cuci tangan... mulai dari depan sampai ke belakang.. sela-sela jariii.. buku-buku jari.. kuku-kuku jari...
-
Linea Alba Linea alba adalah suatu perubahan yang sering terjadi pada mukosa bukal yang berhubungan dengan adanya penekanan, iritasi friksio...
-
yap.. untuk mengabadikan momen langka -dimana saya bisa berkompetisi dengan orang2 hebat di angkatan-, maka saya memutuskan akan mempublish ...
-
PEPTIC ULCER DISEASE Case Review: Amir, L, 66 thn 2 bulan yg lalu: Nyeri epigastrik episodik (hilang timbul): terutama ketika makan berat da...
-
Demam tifoid... Sebenarnya kalau di Indonesia istilahnya biasa disebut dengan tifus atau tipes.. Padahal, ada penyakit lain yang memang...
-
Belajar yuk.. Hipotermia adalah kondisi dimana tubuh kita mengalami penurunanan suhu inti (suhu organ dalam). Hipotermia merupakan suatu ko...
-
Definisi: demam dengue adalah suatu penyakit akibat infeksi oleh virus dengue (DEN). Bila sudah terjadi gejala kebocoran plasma (seperti e...
-
..jangan tanya saya mengapa kue khas lebaran yang satu ini disebut nastar... NASnya saya pikir adalah kepanjangan dari "nanas" yan...
-
Yippiee!!! akhirnya dapet mood buat nge-post cerita... meskipun waktunya agak ga pas..karena ini udah H-3 ujian..hoho.. dan ditengah pengerj...
-
Inilah hidupku.. Untuk beberapa bulan kebelakang ini... Berkutat dengan food recall untuk memenuhi data skripsweet-ku tersayang.. Awalnya si...
Mutiara Illahi
FB profile
komenkamu
inget Allah yuk..
The Traveller..
- Gina Septiani
- Manusia biasa yang ingin menjadi luar biasa. Tidak biasa tapi ingin membiasakan diri menulias... Masih kuliah, dan masih agak lama sepertinya untuk lulus.. Tapi yang namanya proses itu harus dinikmati.. So,i enjoy my journey to be a doctor..^^
waktu terus berlari..
Gina di tempat lain...
My Colleague will be
- Ahmad Meiyanto
- Almahira Azzahra
- Almira Aliyannissa
- Andrew Handisurya
- Angghea Rachmiawaty
- Arief Rahman F
- ayam-cabe
- Azizatus Suhailah
- Cyntia Evinur
- Dani Ferdian
- Deti Paridlah
- Dimas Erlangga
- Genis Ginanjar, dr
- Ikrimah Nurulazmi
- Indra Permana
- Info Kesehatan THT--dr. Imam Megantara
- Intan Risna
- Kautsar Rahmawan
- Lucya 'cici' Putri
- M Azhary Lazuardy
- Maryam
- Mia Nursalsamah
- Mila Hasnaini
- Mutiara Purnama
- Nada Ristya
- Nesta Enggra
- Nestri
- Nurul Utami
- Panji Gugah
- Putri Handayani
- Putri Zulmiyusrini
- Radhiyatam 'diyoth' Mardliyah
- Rahmi Ayu Umami
- Rizky Andhika
- Salsabila Firdausia
- Septi Dwi Kania
- Sharifah 'shasha' Shakinah
- Sofa Rahmannia
- Sri Hartati
- Tanri Arrizasyifaa
- Tazkia Fatimah
- Tia Astriana
- Tim Medis Asy-Syifaa'
- Utami Indra
- Vintha Mora

