Ummu Nidhal, Khansa Palestina


Teman2 tau al-khansa??? Beliau adalah shahabiyah rasulullah saw yang sangat terkenal keteguhan serta kesabarannya di zaman Rasulullah saw karena seluruh anaknya gugur syahid bersama Rasulullah saw di medan jihad. Pun dengan Ummu Nidhal yang nama aslinya adalah Maryam Muhammad Moheisin, kelahiran Gaza 24 Desember 1949. Tiga orang anaknya gugur syahid dalam peperangan mengusir Zionis laknatullah dari bumi Palestina. Tiga orang anaknya: Nidhal Farhat, Muhammad Fathi Farhat, dan Rawad Farhat gugur dalam tugas jihad melawan penjajah Israel. Sementara itu, salah seorang anaknya, Wisam Farhat, saat ini masih mendekam di penjara Zionis Israel.

Saya terus bergetar saat membaca kisah beliau di salah satu majalah kesayangan saya. Bagaimana tidak?!!! Di saat orang tua-orang tua seusia beliau menikmati masa tuanya bersama anak cucunya, beliau dengan tegas mendorong putranya berkompetisi melawan tentara Israel dan bahkan menasehatinya untuk tidak mundur dari garis depan, sampai menemui Allah dalamkondisi sebagai syuhada. Subhanallah…

Sejak anaknya, Muhammad Fathi Farhat menginjak usia enam tahun beliau telah berkata padanya,”Aku ingin engkau berperang melawan Israel dengan senjata, tidak dengan batu”. Bahkan saat ditanya,”Adakah sedikit keraguan, kebimbangan, dalam hati beliau saat mengarakan anak-anaknya ke medan juang mengusir penjajah?” Dengan ungkapan yang tegas dan singkat beliau menjawab,”Bagaimana mungkin saya melarang kebaikan dari anak saya?? Saya sudah tahu sejak semula bahwa ia harus menjadi anak yang percaya penuh kepada saya. Saya sampaikan padanya, agar tidak ada informasi rahasia tentang aksi jihadnya kepada saya, agar saya bisa memotivasi dan memberinya semangat. Di bulan Ramadhan, ia menyampaikan kabar gembira pada saya bahwa ia telah bergabung bersama brigade Al Qassam, sayap pejuang Hammas, dan tengah bersiap menyongsong syahid dalam sebuah aksi serangan”

Menjelang perpisahannya dengan Farhat, beliau berkata,”Saya tidak dapat membendung air mata. Jangan percaya dengan air mata ibu ini, Nak. Ini adalah air mata bangga menjelang pertemuanmu dengan bidadari.” Seraya memeluk anaknya untuk yang terakhir kalinya.

Berkaca pada kisah Ummu Nidhal di atas, saya bertanya-tanya pada diri saya sendiri,”Siapkah saya menjadi seorang ibu yang mendorong anak-anaknya berangkat ke medan jihad seperti Ummu NidhaL?? Mungkin masih jauh rasanya untuk membahas mengenai hal itu mengingat saya masih sangat muda(heu..). Tapi, saya merasa malu pada diri saya sendiri…di saat ibu-ibu di Palestina bercita-cita sangat mulia untuk memiliki anak-anak yang gugur di medan jihad, saya tidak pernah sekalipun terfikir seperti itu meskipun hanya lintasan pikiran. Saya hanya berfikir kelak saya ingin memiliki anak-anak yang shaleh, yang mencintai Islam, yang ikut memperjuangkan Islam, tapi tidak pernah sampai ke angan-angan saya bahwa saya ingin memiliki anak-anak syuhada.. Insya Allah ini akan menjadi cita-cita besar saya kelak.. Aamin…^^

2 komen:

Anonim mengatakan...

Semoga kita mendapat cebisan semangat untuk kita bersama2 sebarisan dengan pahlawan Palestin..Ameen

Anonim mengatakan...

rohimallahulana....moga allah memuliakan kluargamu...sehingga kelak apa yg ingn anda cita2kan mnjadi terwujud..

Posting Komentar

statistika

Entri Populer

Mutiara Illahi

"Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayanya adalah ibarat misykat yang didalam misykat itu ada pelita yang besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu laksana bintang yang bercahaya sekilau mutiara. Ia dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh barakah. Pohon zaitun yang tumbuh bukan di timur tidak pula di barat. Yang minyaknya hampir-hampir menyala meski tiada api yang menyentuhnya. Cahaya diatas cahaya! Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Ia kehendaki. Allah membuat perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala."(Q.S. An-Nur 35)

komenkamu


ShoutMix chat widget

inget Allah yuk..

The Traveller..

Foto saya
Manusia biasa yang ingin menjadi luar biasa. Tidak biasa tapi ingin membiasakan diri menulias... Masih kuliah, dan masih agak lama sepertinya untuk lulus.. Tapi yang namanya proses itu harus dinikmati.. So,i enjoy my journey to be a doctor..^^

waktu terus berlari..

Follower