DIA Menguji Saya (Lagi)

Ga asing rasanya mendengar kata “ujian”. Bagi seorang pelajar SMA, ujian jadi satu hal yang harus dilewati untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Bagi seorang mahasiswa, ujian menjadi alat ukur kesiapan dirinya untuk berbuat kelak sesuai bidang yang ia pilih. Bagi seoarang pekerja, ia menjadi tahap yang harus dilaluinya untuk naik pangkat. Bagi sepasang suami istri, ujian menjadi pembuktian kekompakan mereka dan pengokoh rumah tangganya.

Ya, semua orang punya ujian yang harus dilaluinya masing-masing.

Ujian.

Apa sih hikmah di balik ujian?

Apakah Allah memberi kita ujian hanya untuk menyulitkan diri kita? Atau hanya agar ada sesuatu yang bisa kita cari penyelesaian dan jalan keluarnya?

Tidak jendral.

Ujian bukan sekedar sesuatu untuk diselesaikan.

Ujian menjadi tolak ukur Sang Pencipta untuk meninggikan derajat kita di hadapannya. Ujian dibuat agar kita menguasai satu permasalahan. Ujian dibuat agar kita berpikir lebih luas tentang hidup dan hakikat keberadaan kita di bumi.

Maka bertanyalah diri saya,

“Mengapa saya diuji dengan hal yang sama berulang-ulang???”

Hari ini pun. Ia menghadapkan diri saya pada satu masalah yang sama yang membuat diri saya ingin terus melarikan diri. Ya, saya belum bisa menguasai masalah ini. Saya belum menjadi seorang “ahli” dalam mencari solusi permasalahan ini. Untuk itu, IA menguji saya.

Terus gimana dong, biar saya bisa menyelesaikan masalah ini?? Karena tiap kali saya merasa sudah akan mengakhiri mengakhiri masalah ini, saya dipertemukan lagi dengan masaah ini hingga saya merasa masalah ini terus mengejar-ngejar saya.

Rabb..kalau memang benar Gina belum bisa menyelesaikan msalah ini, tolong ajari Gina cara untuk menyelesaikannya. Tolong tunjukkan Gina cara untuk menghadapinya, hingga permasalahan ini selesai…

Aamin…

0 komen:

Posting Komentar

statistika

Entri Populer

Mutiara Illahi

"Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayanya adalah ibarat misykat yang didalam misykat itu ada pelita yang besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu laksana bintang yang bercahaya sekilau mutiara. Ia dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh barakah. Pohon zaitun yang tumbuh bukan di timur tidak pula di barat. Yang minyaknya hampir-hampir menyala meski tiada api yang menyentuhnya. Cahaya diatas cahaya! Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Ia kehendaki. Allah membuat perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala."(Q.S. An-Nur 35)

komenkamu


ShoutMix chat widget

inget Allah yuk..

The Traveller..

Foto saya
Manusia biasa yang ingin menjadi luar biasa. Tidak biasa tapi ingin membiasakan diri menulias... Masih kuliah, dan masih agak lama sepertinya untuk lulus.. Tapi yang namanya proses itu harus dinikmati.. So,i enjoy my journey to be a doctor..^^

waktu terus berlari..

Follower