Theory of Reasoned Action: Hadits #1

Teori Reasoned Action dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen (1975-1980), diturunkan dari teori sebelumnya, yaitu teori perilaku.

TRA dijelaskan dalam rumus berikut:

Ini berarti dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu dipengaruhi oleh sikap seseorang mengenai perilaku (tertentu) dan norma subjektif yang dianutnya. Pada akhirnya, dua hal ini yang akan memunculkan motivasi.

Sikap itu sendiri adalah keyakinan mengenai konsekuensi melakukan suatu perilaku yang diperkuat oleh penilaian seseorang itu mengenai konsekuensinya.

Norma Subjektif adalah persepsi seseorang tentang apa yang orang-orang (penting) disekitarnya pikirkan mengenai apa yang harus (atau tidak boleh) dia lakukan.

Hmm.. terdengar rumit bukan??

Namun saya mencoba untuk memunculkan teori yang sama yang dibawa oleh seorang laki-laki mulia bernama Muhammad bin Abdullah (saw) hampir 13 abad sebelum teori Fishbain ini keluar. Ya, Theory of Reasoned Action atau sederhananya sebut saja NIAT.

Dalam hadits arba’in pertama jelas disebutkan:

Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khatab ra. Berkata, Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda,

“Semua amal perbuatan itu tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan RasulNya maka hijrahnya untuk Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari dan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju.”

Hmm..kalau saya telaah lagi, ternyata kandungan dari Teori Reasoned Action-nya Fishbein dengan nyata dijelaskan oleh hadits arba’in pertama ini..

Niat = Behavioral Intention

Sikap (keyakinan hati~kalau saya melakukan A akan mendapat B) = Attitude

Apa yang Allah inginkan (perintah dan larangan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits) = Subjective Norm (SN)

Keren kan?? Harusnya nih teori berubah nama jadi “Teori Reasoned Action by Muhammad saw”, he~he….

Hadits ini sendiri posisinya sangat penting, karena menjadi arah gerak (orientasi) seluruh hukum dalam Islam. Para ulama bahkan berpendapat:

“Hadits ini setengah dari ajaran Islam. Karena agama bertumpu pada dua hal: 1). Sisi lahiriyah (amal perbuatan) dan 2). Sisi batiniyah (niat).” (Abu Dawud)

Maka tak heran dalam Syarah Kitab Arba’in An-Nawawiyah, hadits ini disimpan paling awal, sebagai pembuka 41 hadits berikutnya.

Niat ini sendiri merupkan salah satu dari 2 syarat diterimanya suatu ibadah:

1). Niat yang lurus “lillahi ta’ala”

2). Sesuai dengan tuntunan (yang dicontohkan oleh Rasulullah saw)

Nah, sejarah munculnya hadits ini dari mulut Rasulullah saw adalah seperti yang diceritakan oleh Ibnu Mas’ud: “Di antara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita, bernama Ummu Qais. Namun wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka kemudian laki-laki tersebut ikut hijrah dan menikahinya. Karena itulah kami menjulukinya Muhajir Ummu Qais.

Kita akan mendapat sesuatu seperti yang kita niatkan. Seperti laki-laki tersebut yang pada akhirnya mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi, dia sebenarnya mengalami kerugian yang nyata. Andaikata ia pergi hijrah bersama Rasulullah saw karena Allah, maka sungguh balasan yang akan ia dapatkan jauh lebih besar dari itu, keridhaan Allah yang bisa membeli apapun kemudian.

To be continued…

1 komen:

Anonim mengatakan...

semua memang berasal dari ajaran nabi besar kita. Nabi Muhammad SAW. Cuman karna orang2 eropa/barat lebih mendalami apa maksud perkataan Beliau lalu dijabarkan kembali.

Posting Komentar

statistika

Entri Populer

Mutiara Illahi

"Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayanya adalah ibarat misykat yang didalam misykat itu ada pelita yang besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu laksana bintang yang bercahaya sekilau mutiara. Ia dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh barakah. Pohon zaitun yang tumbuh bukan di timur tidak pula di barat. Yang minyaknya hampir-hampir menyala meski tiada api yang menyentuhnya. Cahaya diatas cahaya! Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Ia kehendaki. Allah membuat perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala."(Q.S. An-Nur 35)

komenkamu


ShoutMix chat widget

inget Allah yuk..

The Traveller..

Foto saya
Manusia biasa yang ingin menjadi luar biasa. Tidak biasa tapi ingin membiasakan diri menulias... Masih kuliah, dan masih agak lama sepertinya untuk lulus.. Tapi yang namanya proses itu harus dinikmati.. So,i enjoy my journey to be a doctor..^^

waktu terus berlari..

Follower